Friday, 20 May 2016

Pengalaman Kuliah di Matematika Murni

Malem semua !
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan pengalaman saya kuliah di matematika murni.
Nah mungkin dari kalian ada yang tanya nih.
"Kok milih kuliah dijurusan matematika ?",
"Dan kenapa matematikanya pilih yang murni ?"
Jawaban saya sih gini aja : "Awalnya saya ingin kuliah dijurusan keperawatan, tapi karena masalah kesehatan saya akhirnya pilih jurusan dimana masalah kesehatan tidak terlalu di perhatikan. Pilihannya ya sastra atau sains. Karena saya tidak suka membaca banyak buku apalagi harus diresume, ya saya pilih sains. Di sains ada matematika, biologi, kimia dan fisika. Setelah ditimbang-timbang akhirnya saya pilih matematika karena alasan tertentu. Pilihan pertama matematika murni, dan pilihan lain ada pendidikan fisika dan pendidikan matematika. Dan syukur Alhamdulillah saya di terima dipilihan pertama yaitu matematika murni. Subhanallah :)".
Awalnya saya masih kurang tau banyak ada apa sih di matematika murni ?. Terus bedanya dengan matematika pendidikan gimana ?.
Setelah beberapa bulan menjalani kuliah saya mulai menyadari. Di matematika murni tidak ada tuh mata kuliah yang ada kaitannya dengan bagaimana menjadi guru, mata kuliah umumnya cuma itu-itu saja. Lebih banyak mata kuliah langsung mengarah ke matematika, karena matematikanya benar-benar dipelajari dari awal sedetailnya dan dibuktikan teorema-teoremanya sampai lemmanya. Ketika jurusan lain sudah sampai matematika yang tingkat orde 2, kami anak matematika sendiri baru mempelajari orde 1. Karena jurusan lain cuma diambil kaitannya matematika dengan jurusannya, sedangkan anak matematika ya memang mempelajarinya matematika dengan detail. Anak matematika juga sering menyelesaikan masalah dengan logika dan runtut sistematis berdasar algoritma penalaran.
Nah, di matematika murni saya juga belajar praktikum matematika. Jangan dibayangkan praktikum menggunakan jas warna putih ya !. Praktikumnya anak matematika itu dengan komputasi. Kita menganalisis data dengan software seperti matlab, maple, spss, minitab, pomwin, dll. Disamping menganalisis dengan software kita juga diajarkan bagaimana kalo menyelesaikannya tanpa software.
Mata kuliahnya juga cukup banyak. Misaknya : Kalkulus 1, kalkulus 2, kalkulus 3, kalkulus variasi, Aljabar linier elementer, Aljabar 1, Aljabar 2, Aljabar 3, Analisis real 1, Analisis real 2, Program Linier, Riset Operasi, Program Bilangan Bulat, Program Non Linier, Logika Matematika, Matematika Diskrit, Kombinatorik, Persamaan Diferensial Biasa, Teori Persamaan Diferensial, Pemodelan Matematika, Matematika Keuangan, Kontrol Optimum, Sistem Dinamik, Aktuaria 1, Aktuaria 2, Geometri, dll.
Nah, mungkin ada yang berfikir "Emang kagak pusing tuh tiap hari matematika mulu?". Kalau saya sih santai saja, kan gak tiap waktu kuliah. Ada jam di kosan, ada libur, refreshing. Ada juga mata kuliah lain non matematis. Seperti : Teknologi Informasi, Keagamaan, Olahraga, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PKN, Biologi, Program Internet, dll. Mata kuliah kita yang pilih sendiri, kecuali mata kuliah wajib ya harus diambil.
Bagaimana dengan PKL/KKL nya matematika ?. Ya anak matematika bisa PKL/KKL di berbagai bidang kok, di bank, di PDAM, di PLN, dll. Bisa dengan optimasi, graf, riset operasi, dll. Kalau KKN ya sana seperti jurusan lain. Kalau TA ada magang, bedah jurnal, dan penelitian.
Ini mungkin cerita dari ane tentang matematika murni yang ane tau, kalau ada saran atau pertanyaan atau kritik dapat di komentar. Terima Kasih :D